CONTOH SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER AUDIT MANAJEMEN

 Berikut merupakan Soal dan Jawaban Audit Manajemen 

SOAL

1. Apa yang dimaksud dengan Audit Manajemen, apa perbedaan yang mendasar dengan Audit Laporan Keuangan, 

2. Dalam melaksanakan  tugas pemeriksaan  manajemen sebagai auditor, apakah anda akan memendang karyawan yang terkait dengan objek pemeriksaan sebagai orang yang harus dicurigai ataukah menjalin kemitraan  dengannya dalam proses pemeriksaan.  

3. Informasi apa yang diperoleh Auditor dari hasil review dan pengujian pengendalian manajemen auditee. 

4. Apa kegunaan dari kertas kerja bagi auditor dan  sebutkan kriteria kertas kerja yang baik 

5. Bagaimana bentuk Laporan Audit Manajemen dan apa bedanya dengan Laporan Audit keuangan. 

6. Bagaimana auditor membuat  kesimpulan audit,  apa dasar dari kesimpulan audit tersebut 

7. Apa yang dimaksud dengan Audit fungsi pengadaan, apa tujuan dan manfaatnya. 

8. Dalam melakukan audit atas fungsi pengadaan, masalah kritis apa yang harus diperhatikan auditor untuk menilai bahwa rencana pengadaan telah memenuhi prinsip prinsip tatakelola pengadaan yang baik. 

9. Dalam setiap audit manajemen harus ada kkriteria yang digunakan sebagai dasar untuk menilai objek yang diaudit termasuk bidang SDM. Apa saja yang dapat dijadikan kriteria dalam audit SDM. 

10. Apa tujuan dan manfaat dari audit SDM, sebutkan dan jelaskan. 


JAWABAN

1. Audit manajemen adalah investigasi dari suatu organisasi dalam semua aspek kegiatan manajemen dari yang paling tinggi sampai dengan ke bawah dan pembuatan laporan audit mengenai efektifitasnya atau dari segi profitabilitas dan efisiensi kegiatan bisnisnya. 

Berbeda dengan audit keuangan yang menekankan auditnya pada data-data transaksi, proses pencatatan, dan laporan akuntansi yang dibuat perusahaan, audit manajemen dilakukan dengan lingkup yang lebih luas yaitu keseluruhan aspek manajemen dari objek yang diaudit.

2. Dalam pelaksanaan pemeriksaan manajemen, auditor tidak boleh memandang karyawan atau pejabat yang terkait dengan objek pemeriksaan sebagai mitra dalam  proses pemeriksaan. Ini disebabkan auditor haruslah bersifat independen karena itu merupakan salah satu syarat sebagai auditor yaitu independent in appearance, independent in skill dan independent in fact . Oleh sebab itu, auditor harus menaruh kecurigaan pada semua karyawan dan pejabat yang terkait dengan objek pemeriksaan.


3. Kesimpulan hasil review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen dapat memberikan gambaran kepada auditor tentang hal-hal berikut.  

Keandalan sistem pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu operasional yang berlangsung pada perusahaan tersebut dan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan dokumentasi, pengukuran, dan penilaian terhadap aktivitas yang dilaksanakan. 

Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan audit sementara (tentative audit objective) menjadi tujuan audit yang sesungguhnya (definitive audit objective), sehingga dapat dipergunakan sebagai tujuan audit selanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti sehingga pengembangan tujuan audit sementara ini tidak perlu dilanjutkan.  

Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya untuk memudahkan program kerja audit lanjutaan guna mengetahui: 

a. Apakah ruang lingkup kegiatan audit telah ditetapkan dengan jelas dan     pekerjaan audit internal perusahaan telah memenuhi syarat kompetensi, dapat diandalkan, dan tepat waktu. 

b. Menentukan tujuan audit bersama penanggung jawab mengenai audit lanjutan.


4. Tujuan Membuat Kertas Kerja Audit

Mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan yang diaudit. Menguatkan berbagai kesimpulan auditor dan kompetensi auditnya. Mengkoordinasi dan mengorganisasi keseluruhan proses audit. Memberi landasan dalam pelaksanaan audit di kemudian hari.

CARA MEMBUAT KERTAS KERJA YANG BAIK

a. Lengkap.

b. Bebas dari kesalahan, baik kesalahan hitung maupun kesalahan penyajian informasi.

c. Didasarkan pada fakta dan argumen yang rasional.

d. Disajikan secara sistematis, rapi, dan mudah dipahami.

e. Memuat hal penting dan relevan dengan pemeriksaan.

f. Mempunyai tujuan yang jelas.


5. Beberapa karakteristik perbedaan audit manajemen dengan audit keuangan, yaitu:

a. Tujuan : Audit manajemen bertujuan menilai ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas operasional. Sedangkan audit keuangan bertujuan memberikan opini tentangkewajaran laporan keuangan.

b. Ruang Lingkup : Audit manajemen melakukan audit atas operasi atau fungsi, sedangkan audit keuangan atas dara atau catatan keuangan.

c. Standar Penilaian : Audit manajemen berdasarkan prinsip operasional manajemen, sedangkan auditk euangan berdasarkan prinsip akuntan yang berlaku umum.

d. Pengguna : Audit manajemen untuk membantu manajemen (intern), sedangkan audit keuangan berguna bagi pihak luar organisasi (ekstern).


6. Dasar dari kesimpulan audit

a. Judul ban harus mengidentifikasi pokok persoalan dan sedapat mungkin juga arah dari temuan.

b. Pokok - pokok setiap temuan harus diikhtisarkan secara singkat dan harus mengungkapkan kepada pengguna akan adanya uraian yang mendukung dan menjelaskan pokok - pokok temuan tersebut

c. Auditor harus menggambarkan kepada pengguna laporan tentang hal – hal yang ditemukan, baik bersifat negatif maupun positif, apa penyebab dan akibat dari temuan tersebut.

d. Dalam menyajikan temuan ini auditor juga harus mempertimbangkan dan mengevaluasi komentar para pihak yang berkaitan dengan program / aktivitas yang di audit

e. Semua penyajian temuan harus di akhiri dengan suatu pernyataan yang menjelaskan sikap akhir auditor atas dasar pertimbangan yang matang terhadap informasi yang diperoleh


7. Audit fungsi pengadaan adalah penilaian atas perusahaan yang menjalankanfungsi pengadaan, pedoman yang digunakan dalam menjalankan aktifitasnya, perencanaan, proses pengadaan, dan penanganan saat diterima.

Tujuan dan manfaat fungsi pengadaan :

a. Untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi misi.

b. Menilai ekonomisasi, efesiensi ,dan efektivitas pengadaan.

c. Mengembangkan dan memelihara manajemen informasi pengadaan yang dapat diandalkan dan akuntabilitas.

d. Memastikan aktifitas pengadaan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.


8. Masalah yang harus diperhatikan auditor :

- Nilai uang

Pengadaan harus mendapatkan barang/jasa sesuai spesifikasi dengan harga terendah (memaksimalkan nilai uang)

- Kejujuran dan keadilan

Panitia pengadaan harus berlaku jujur dan adil kepada seluruh pemasok yang memenuhi syarat untuk mengikuti kompetisi dalam pengadaan tersebut

- Akuntabel dan transparan

Seluruh proses dalam tahapan-tahapan pengadaan harus dilengkapi dengan catatan-catatan dan dokumentasi yang memadai sebagai bahan

 pertanggungjawaban

- Efisiensi

Proses pengadaan harus berjalan secara efisien

- Kompetensi dan integritas

Petugas pengadaan harus memiliki kompetensi yang memadai dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugas, wewenang, dan tanggungjawabnya


9. Kriteria dapat berupa hal hal berikut :

Rencana SDM,

Berbagai kebijakan dan peraturan tentang SDM,

Tujuan setiap program SDM,

Standart operating procedure (SOP) yang dimiliki perusahaan,

Rencana pelatihan dan pengembangan karyawan,

Standar evaluasi /ukuran kinerja2 yang telah ditetapkan perusahaan,

Peraturan pemerintah,

Standar (norma) yang merupakan best practice yang diterapkan oleh perusahaan sejenis dalam bidang SDM dapat digunakan sebagai acuan (benchmark), 

Kriteria lain yang mungkin untuk diterapkan.


10. Tujuan audit SDM

a. Menilai efektivitas dari fungsi SDM,

b. Menilai apakah program!aktivitas SDM telah berjalan secara ekonomis, efektif, dan efesien,

c. Memastikan ketaatan berbagai program!aktivitas SDM terhadap ketentuan hukum, peraturan dan kebijakan yang berlaku di perusahaan,

d. Mengidentifikasi berbagai hal yang masih dapat ditingkatkan terhadap aktivitas SDM dalam menunjang kontribusinya terhadap perusahaan,

e. Merumuskan beberapa langkah perbaikan yang tepat untuk meningkatkan ekonomisasi, efesien, dan efektivitas berbagai program/aktivitas SDM 

Manfaat audit SDM

a. Mengidentifikasi kontribusi dari Departemen SDM terhadap organisasi,

b. Meningkatkan citra professional Departemen SDM,

c. Mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih tinggi karyawan Depertemen SDM,

d. Memperjelas tugas tugas dan tanggungjawab departemen SDM,

e. Mendorong terjadinya keragaman kebijakan dan praktik praktik SDM,

f. Menemukan masalah masalah kritis dalam bidang SDM,

g. Memastikan ketaatan terhadap hukum dan peraturan, dalam praktik SDM,

h. Menurunkan biaya SDM melalui prosedur SDM yang lebih efektif 

i. Meningkatkan keinginan untuk berubah dalam Departemen SDM, 

j. Memberikan evaluasi yang cermat rhadap sistem informasi SDM.



Demikian contoh soal Ujian Tengah Semester Audit Manajemen, semoga dapat membantu teman teman dalam membuat soal dan jawaban.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url